Prolog
Hai semuanya! Terima kasih sudah datang di halaman ini! Jika kamu membaca ini, mungkin kamu tertarik tentang cerita-cerita di balik Komunitas Book at Cafe, atau sekedar terdampar di rubrik ini tanpa sengaja. Disini saya, Kelvinsius Julio, akan berbagi cerita-cerita unik dan menarik di balik dibentuknya komunitas ini. Komunitas Book at Cafe berdiri tepat 8 bulan saat ide mendokumentasikan cerita ini dibuat. Alasan dicetuskannya pun sederhana, dimana saya mengingat satu quotes, “We write to taste live twice.” Jadi saya ingin menikmati momen-momen ini lebih dari sekali, bersama teman-teman semuanya.
Rencananya, cerita-cerita ini akan membahas tentang alasan dibalik program-program yang dilakukan, kejadian lucu dan menarik, pertanyaan filosofis, atau kadang sekedar curhatan tentang suatu hal. Sudut pandang dari cerita ini tentu sebagian besar akan dari sudut pandang saya sendiri sebagai penulis, yang mungkin bisa juga dilengkapi dengan keterangan-keterangan dari berbagai pihak yang terlibat. Saya tentu tidak bisa bilang bahwa cerita-cerita ini akan selalu menarik, namun saya harap akan selalu bisa dinikmati.
Angka di awal judul menggambarkan urutan kejadian dari tiap ceritanya, sebut saja seperti episode dalam sebuah drama. Bisa jadi diawali dengan angka seperti 01 atau 12. Bisa juga gabungan angka dan huruf seperti 12A dan 12B untuk menandakan sub-episode dalam sebuah rentang waktu yang hampir sama.
Jadi untuk teman-teman yang tertarik, bisa subscribe ke cerita ini dengan memasukkan email di sidebar sebelah kanan (untuk desktop/tablet) atau di bagian paling bawah (untuk mobile) agar selalu mendapatkan update berkala tentang cerita barunya. Selamat menikmati!
*Cerita ini merupakan bagian dari kumpulan cerita dalam rubrik Behind The Scene Story : Book at Cafe. Untuk mengakses arsip cerita sebelumnya atau setelahnya, dapat mengunjungi link berikut ini.