03 – Bukan Pembaca yang Akhirnya Membaca

Hai! Kita bertemu lagi di rubrik Book at Cafe Behind The Scene Story! Hari ini saya akan bercerita tentang pertemuan ketiga Book at Cafe (9 Juni 2025) yang masih juga berlangsung di Omah Koempoel, Batu — kami bertemu disini selama 6 minggu pertama. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa minat membaca muncul dari lingkungan pembaca juga. Contohnya apabila keluarganya pembaca, maka anaknya pun akan punya minat baca juga. Awalnya saya tidak percaya, karena dari keluarga inti saya, hanya saya yang suka membaca.

Minat baca saya muncul atas kebutuhan intrinsik saya untuk belajar ilmu bisnis saat saya harus pindah fokus dari berkuliah di fakultas teknik ke menjadi wirausahawan. Saya merasa ada banyak ilmu yang perlu saya kejar saat itu untuk mengejar minimal 4 tahun ketertinggalan dari anak-anak lulusan fakultas bisnis. Oleh karena itu, saya membeli berbagai buku bisnis yang saya rasa bisa membantu saya belajar dari nol. Oleh karena itu saya tidak percaya bahwa minat membaca bisa ditumbuhkan karena lingkungan, ia harus muncul dari kebutuhan intrinsik.

Namun ada satu cerita dari salah satu member kami di Book at Cafe, mbak Justine namanya, yang mengaku bukan pembaca dan tidak suka membaca di pertemuan pertamanya di Book at Cafe. Namun sampai tulisan ini dibuat, dia sudah 24 kali tercatat mengikuti Regular Meetup Book at Cafe. Angka yang cukup tinggi untuk orang yang menyatakan diri sebagai bukan pembaca bukan?

Buku pertama yang dibaca mbak Justine berjudul Keep Going dari Austin Kleon. Kebetulan buku ini cukup tepat untuk kondisinya saat itu. Selain itu buku ini bisa dibilang sangat mudah dibaca, karena berisi banyak ilustrasi, quotes, dan tulisan yang tidak terlalu padat. Meskipun begitu, sejatinya buku ini cukup berbobot dan bisa menjadi buku reflektif yang cukup baik untuk dibaca. Bahkan setelah membaca buku Keep Going, mbak Justine melanjutkan ke buku lainnya dari Austin Kleon yaitu Steal Like an Artist dan Show Your Work. Mbak Justine mengaku cukup lambat dalam membaca buku-buku ini, sampai-sampai ia punya pantun ajaib yaitu “Alon-alon asal kelakon, ketemu lagi bersama Austin Kleon.” Saya pun mengamini itu sebagai pantun yang sangat cerdas! Terimakasih mbak Justine!

Meskipun awalnya saya tidak percaya, namun kepercayaan itu perlahan pudar seiring bertambahnya waktu dan peserta dari Regular Meetup Book at Cafe. Pada kasus mbak Justine, bisa jadi pada awalnya ia datang karena diundang oleh teman dekatnya. Namun jika minat itu tidak benar-benar muncul, seharusnya angka 24 kali kedatangan pada Regular Meetup tidak pernah ada. Angka tersebut menjadi tanda minat dan komitmen tanpa perlu diucapkan dengan kata-kata.

Selain mbak Justine, ada banyak juga yang memberikan testimoni tentang munculnya minat membaca kembali dengan adanya kegiatan Regular Meetup Book at Cafe yang diadakan rutin setiap Senin. Ada yang sudah bertahun-tahun tidak membaca buku akhirnya membaca kembali. Selain itu juga ada yang tidak pernah membaca buku non-fiksi karena tidak tahu dari mana harus memulai, akhirnya memulai dari koleksi buku Book at Cafe dan bertahan. Bahkan ada juga yang karena melihat teman-temannya rajin membaca, akhirnya tertular dan menjadi rajin membaca.

Kepercayaan baru saya kini berubah, bahwa minat baca di Indonesia tidak sedemikian tinggi tidak hanya karena tentang harga buku. Namun lebih kepada lingkungan yang belum menunjukkan bahwa aktifitas membaca adalah aktifitas positif yang keren. Selain itu bisa juga pengalaman belajar yang traumatik selama sekolah membuat kita membenci buku tanpa melihat isinya.

Tapi pada akhirnya, minat tidak hanya tentang bagaimana kita memulai, tapi tentang bagaimana kita bertahan. Dan seharusnya komunitas bisa menjadi wadah yang baik untuk tetap bertahan. Atau bahkan menjadi wadah yang baik untuk bertumbuh.

Untuk teman-teman yang tertarik dengan cerita-cerita selanjutnya, bisa subscribe ke cerita ini dengan memasukkan email di sidebar sebelah kanan (untuk desktop/tablet) atau di bagian paling bawah (untuk mobile) agar selalu mendapatkan update berkala tentang cerita barunya. Sampai jumpa di cerita selanjutnya!


*Cerita ini merupakan bagian dari kumpulan cerita dalam rubrik Behind The Scene Story : Book at Cafe. Untuk mengakses arsip cerita sebelumnya atau setelahnya, dapat mengunjungi link berikut ini.

Tentang Penulis
Picture of Kelvinsius Julio
Kelvinsius Julio
Pelajar generalis. Tertarik dengan dunia bisnis, pendidikan, dan digital. Menyukai buku-buku tentang bisnis, self-improvement, dan keuangan.

CEK CERITA LAINNYA

SHARE TULISAN INI

Scroll to Top