The $100 Startup : Pertanyaan Sejuta Umat Tentang Memulai Bisnis Dari Passion

Reading Time : 6 menit

Jika membahas tentang memulai bisnis dari passion, saya bisa pastikan kemungkinan besar peserta akan terbagi menjadi dua kubu, antara yang sepakat dengan yang tidak sepakat. Di satu kubu sepakat, menyatakan bahwa bisnis harus menyenangkan, agar bisa dikerjakan jangka panjang tanpa tuntutan yang memberatkan. Di satu kubu tidak sepakat, menyatakan bahwa inti dari bisnis adalah mencari keuntungan, maka passion bisa dikesampingkan.

Jika Anda tanya saya, saya akan bilang saya berada di kubu sepakat! Saya percaya bahwa kita senang melakukan sesuatu dalam bisnis kita, apapun yang terjadi kita akan dengan mudah mencari solusinya. Namun argumen saya ini hanya argumen kulit saja, kurang kuat! Mengambang! Dan dalam buku $100 Startup dari Chris Guillebeau, saya berhasil menyempurnakan argumen saya.

Jika dibaca dari sub-judulnya yaitu “Reinvent the way you make a living, do what you love, and create a new future”, tentu tidak terlihat sama sekali bahwa ini adalah buku bisnis atau entrepreneurship. Tapi sejatinya buku ini adalah buku yang sangat menarik. Yaitu tentang bagaimana memulai sebuah bisnis dari modal yang sangat minim. Juga dari hal-hal yang sangat sepele, dan dengan cara yang sebenarnya cukup konvensional, tapi sering kita lupakan.

Photo by nappy

Saya lebih suka menyebut buku ini sebagai guidebook. Tentang cara mengubah sebuah ide menjadi pemasukan, dengan modal dasar yang minim (kurang dari $100). Menguatkan guidebook ini, penulis memberikan studi kasus dari 50 orang yang dianggap berhasil melakukan konsep ini dengan baik. Penulis menyatakan bahwa buku ini tentang menemukan persimpangan antara keahlian kita dengan apa yang orang lain rela bayar. Kira-kira mirip dengan konsep Ikigai.
Penulis juga menyatakan bahwa kita tidak butuh gelar MBA, business plan, atau bahkan karyawan. Yang kita butuhkan hanyalah produk atau jasa yang dikembangkan dari aktivitas yang senang kita lakukan, orang yang rela membayar, dan ada cara untuk melakukan transaksinya. Di bagian ini, saya sangat setuju dengan premis dasar ini, dan membuat saya sangat tertarik membaca buku ini.

Bicara soal bisnis dari passion seperti yang saya sampaikan di awal, memang benar bahwa jika kita senang melakukan aktivitas dalam bisnis kita, tentu segalanya akan terasa sangat mudah. Kita bukanlah robot yang bisa mengerjakan semuanya tanpa protes, tanpa perasaan. Tapi apa jadinya jika passion kita hanya menyenangkan untuk kita, sedangkan tidak ada orang yang mau membayar kita untuk melakukan passion kita itu? Tentu tidak bisa disebut bisnis jika kita tidak punya customer, kan?

Oleh karena itu saya sebut di awal bahwa argumen ini lemah. Kita perlu naik satu tingkat lagi dimana tidak sekedar mengerjakan passion kita. Kita perlu mencari irisan dari passion kita dengan memecahkan masalah orang lain sehingga mereka rela membayar kita untuk melakukannya. Contohnya : passion kita adalah makan! Jangan paksa orang lain untuk membayar makananmu, tapi coba buat review tentang makanan-makanan enak, kumpulkan jadi satu dokumen, sehingga orang rela membayar untuk mendapat review makanan-makanan enak di kota tertentu.
Disini penulis tetap sepakat bahwa bagaimanapun kita harus mencari irisan dari apa yang kita suka dalam bisnis kita, karena hidup kita jauh lebih berharga dari sekedar mencari uang dari sesuatu yang tidak kita sukai. Tapi tentu saja dalam buku ini tidak sekedar membahas tentang passion saja, penulis bahkan seperti membuat tutorial step-by-step dari A-Z tentang bagaimana memulai bisnis semacam ini.

Dalam summary ini, saya tidak ingin membeberkan semua langkah-langkahnya satu per satu. Saya tetap ingin Anda membaca bukunya sendiri, membuat catatan tentang apa yang penting dan menarik, dan mempraktekkan isi dari buku ini sendiri. Karena tiap orang tentu punya background yang berbeda, pengalaman yang berbeda, sehingga akan menangkap insight yang berbeda pula meski dari satu buku yang sama.

Namun saya bisa bagikan beberapa catatan menarik saya tentang buku ini disini. Yang pertama adalah 3 pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri sendiri setiap kali kita menemukan ide bisnis, yaitu : 

  • Bagaimana saya bisa dibayar dari ide ini?
  • Berapa banyak pendapatan yang bisa saya dapatkan dari ide ini?
  • Apakah ada cara agar saya bisa mendapatkan pendapatan lebih dari sekali dari orang yang sama?

Tentu bagi orang yang sudah pernah menjalankan bisnis, 3 pertanyaan ini terdengar klise dan sangat konvensional. Tapi saya yakin justru karena pertanyaan ini sangat mendasar, kita sering melupakannya. Coba ambil waktu beberapa jam untuk memikirkan 3 pertanyaan ini secara mendalam. 

Photo by Atlantic Ambience

Misalnya jika saya sangat suka travelling, bagaimana saya bisa dibayar sambil melakukan travelling dalam waktu yang sama? Berapa banyak pendapatan yang bisa saya dapatkan dari aktivitas itu? Apakah bisa menutup biaya travelling saya? Bagaimana agar orang melakukan repeat order? Lewat 3 pertanyaan ini, kita akan menemukan clarity dari ide bisnis yang kita buat.

Yang kedua adalah tentang mengubah bisnis biasa menjadi bisnis yang menguntungkan. Terkadang perbedaan antara 2 bisnis diatas hanyalah tentang apa yang ditawarkan, kepada siapa kita menawarkannya, dan bagaimana kita menawarkannya. Pernah lihat ada 2 bisnis di kategori yang sama, sebut saja menjual ayam goreng? Yang satu sepi sedangkan satu lainnya ramai dan menguntungkan. Coba analisa dari 3 aspek diatas, tentu kita akan melihat perbedaan yang cukup menonjol di antara keduanya. Minimal ada pada 2 dari 3 aspek diatas.

Buku ini dibagi menjadi 14 bab yang dibagi lagi menjadi 3 bagian. Penulis membagikan banyak resource untuk diisi, contoh kasus, yang disertai dengan argumen-argumen dibaliknya. Bagian pertama lebih kepada konsep dan mindset dasar. Bagian kedua lebih kepada proses launching. Lalu bagian ketiga lebih kepada proses pengembangan. Saya rasa bagi semua orang yang mau sedikit berpikir, buku ini pasti menghasilkan banyak insight menarik!

Tentu satu buku ini tidak bisa dijadikan “kitab” tunggal untuk belajar tentang membangun bisnis yang dilandasi dari passion, dengan minim modal dan minim sumber daya. Saya punya beberapa rekomendasi buku lainnya yang bisa melengkapi bacaanmu tentang topik serupa. 

Yang pertama adalah Company of One dari Paul Jarvis. Buku ini membahas tentang membangun bisnis dengan resource yang terbatas. Tanpa berharap untuk selalu melakukan scale-up tak terbatas untuk menjadi lebih besar dan lebih besar lagi.

Yang kedua adalah See, Solve, Scale dari Danny Warshaw, yang merupakan buku tentang entrepreneurship. Premis awal yang digunakan penulis di buku ini adalah tentang pengusaha yang handal adalah yang dapat membangun bisnis dari resource yang terbatas, bukan yang berlebih, namun dilakukan dengan cara yang tepat.


Yang ketiga adalah Built to Sell dari John Warillow, yang merupakan business-novel tentang membangun sistem dalam bisnis service untuk memastikan bisnis dapat berjalan tanpa bergantung pada orang tertentu. Mungkin dalam buku ini tidak menjelaskan tentang bisnis dengan modal yang minim, namun penjelasan tentang sistemisasi ini cukup menarik untuk dijadikan sebagai suplemen.

Sekian personal summary buku The $100 Startup oleh Chris Guillebeau kali ini. Tetap stay tune untuk personal summary buku lainnya! Kalau kamu ingin submit personal summary-mu sendiri sebagai member Book at Cafe, bisa langsung kunjungi link ini yaa!

Tentang Penulis
Picture of Kelvinsius Julio
Kelvinsius Julio
Pelajar generalis. Tertarik dengan dunia bisnis, pendidikan, dan digital. Menyukai buku-buku tentang bisnis, self-improvement, dan keuangan.

DAFTAR ISI

CEK PERSONAL SUMMARY LAINNYA

SHARE TULISAN INI

CEK AGENDA TERDEKAT

SUBMIT TULISANMU SENDIRI

Kirimkan tulisan Book Personal Summary mu sendiri untuk dipublikasikan di website Book at Cafe.

Scroll to Top